Selasa, 25 Februari 2020

Lima Tersangka Korupsi Program Penanganan Kawasan Kumuh Dijebloskan ke Penjara

- 5 Desember 2019, 10:20 WIB
Ilustrasi korupsi.*

SUKABUMI (PR)- Lima orang tersangka telah ditetapkan oleh Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi sebagai tersangka terkait program Neighborhood Upgrading and Shelter Project (NUSP)-2.

Lantaran ulah kelima tersangka tersebut, program yang juga disebut penanganan kawasan permukiman kumuh di perkotaan di Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong itu mengalami kerugian mencapai Rp 570 juta.

"Akibat ulah lima tersangka tersebut, kerugian negara mencapai Rp 570 juta dari hasil perhitungan Inspektorat Kota Sukabumi," kata Kepala Kejari Kota Sukabumi Ganora Zarina di Sukabumi, Rabu 4 Desember 2019.

Baca Juga: Warga Babakan Sirna Diminta Waspada Tanah Longsor Imbas Pergerakan Tanah

Lima tersangka korupsi dana bantuan yang dilaksanakan melalui kemitraan antara pemerintah, masyarakat dan sektor swasta yakni TFK (Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), EP dan AS sebagai anggota BKM, YS Koordinator Penasehat BKM dan RDS, Koordinator Kota BMK Kelurahan Sukakarya.

Informasi yang dihimpun dana bantuan yang merupakan pinjaman dari luar negeri ini untuk pembangunan kawasan kumuh di wilayah Kelurahan Sukakarya seperti membuat jalan warga, saluran irigasi dan lain-lain.

BKM tersebut mendapatkan bantuan dana NUSP-2 pada 2016 sebesar Rp 1 miliar, kemudian di 2017 sebesar Rp 900 juta dan 2018 mendapatkan Dana NUSP-2 sebesar Rp 500 juta sehingga total bantuan yang didapat untuk pembangunan kawasan kumuh ini sekitar Rp 2,4 miliar.

Baca Juga: Peredaran Narkoba Sampai ke Pelosok Kelurahan, Polres Sukabumi Tangkap 19 Orang

Kasus dugaan korupsi ini terungkap setelah adanya laporan dari warga pada 2018 lalu yang kemudian dilakukan penyelidikan dan di 2019 kasusnya ditingkatkan menjadi penyidikan setelah pihak penyidik memeriksa sejumlah saksi, tersangka dan mendapatkan barang bukti.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

X